Bekerja
untuk hidup tidak sama dengan hidup untuk bekerja. Bekerja sebenarnya adalah
ibadah. Terutama apabila kita bekerja untuk mencukupi kebutuhan orang-orang
yang kita cintai. Karena pada saat itu kita melakukannya secara tulus agar
ayah, ibu, istri, dan anak kita bisa hidup berkecukupan tanpa kekurangan satu
apa pun. Tapi sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu mencari lebih
meskipun telah berkecukupan. Setiap hari kita memaksa diri kita dengan keras
untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasaan, dan ketenaran. Kita
mengabaikan kesehatan, waktu bersama keluarga, sahabat, lingkungan sekitar, dan
hobi yang kita sukai. Suatu hari, ketika kita melihat ke belakang, kita akan
menyadari bahwa kita sebenarnya tidak membutuhkan uang, kekuasaan, dan
ketenaran sebanyak itu, namun kita tidak bisa mengembalikan waktu-waktu yang
telah kita lewatkan. Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan
kekuasaan, dan ketenaran. Hidup ini jelas bukan tentang pekerjaan. Bekerja
hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup sehingga kita
bisa menikmati keindahan dan kebahagian dari kehidupan. Saya sudah merenungkan
baik-baik, mana dari dua pernyataan di atas yang saya pilih. Interaksi saya
dengan banyak orang menunjukkan bahwa jawaban yang menurut saya paling bermakna
adalah "Bekerja untuk Hidup".
Saya memang perlu bekerja agar dapat membiayai kehidupan. Kalau saya
hidup untuk bekerja lantas bagaimana saya bisa menikmati hidup ini.
Sesungguhnya kedua pernyataan tersebut mewakili dua paradigma yang berbeda.
Mereka yang menganut "Bekerja untuk hidup" melihat pekerjaan sebagai
konsekuensi yang mau tak mau harus saya lakukan sebagai sebuah syarat terpenting
agar saya bisa hidup. Dengan demikian, pekerjaan itu sendiri sesungguhnya
hanyalah sebuah cara untuk membiayai hidup. Kalau demikian halnya, seandainya
ada cara lain yang bisa saya lakukan untuk membiayai hidup selain harus
bersusah payah bekerja, maka cara itulah yang akan saya ambil. Saya bisa
mengatakan bahwa bekerja dalam hal ini telah menjadi semacam keharusan, menjadi
sesuatu yang mau tak mau harus saya ambil agar bisa bertahan hidup. Kesimpulannya, bekerja sejatinya adalah
alasan mengapa saya dilahirkan ke dunia ini. Dengan bekerja saya akan menemukan
bakat, potensi, dan jati diri saya yang terdalam. Dengan bekerja saya akan
menemukan keunikan, sesuatu yang membedakan saya dari orang lain, sesuatu yang
benar-benar khas, sesuatu yang menjadi alasan mengapa Tuhan
"mengutus" saya ke dunia ini. Keuntungan terbesar yang akan saya
dapatkan dengan bekerja sepenuh hati sesungguhnya bukanlah dalam bentuk materi
dan uang melainkan dalam bentuk perasaan berharga, berguna, bermanfaat dan
bermakna. Matur Nuwun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar